SELAMAT DATANG.......... "When a door closes, Another one opens, But often we stand there so long looking at the closed door, That we do not see that one that’s opened"

Wednesday, February 27, 2008

Merasa "dungu"

Bagaimana perasaanmu berada di tempat dan situasi yang asing, kala semua menjadi serba salah dan menyebalkan. Itulah yang kurasakan hari ini.

Sudah dua hari ini aku terpaksa tak pulang ke rumah, karena ingin menjadi company yang baik bagi adikku yang berkunjung ke Jakarta untuk satu tugas. Aku memutuskan menginap di hotel menemani, tanpa prepare kostum ganti sebelumnya. Memikirkan untuk pulang mengambil kostum pengganti hanya akan memboroskan waktu saja karena jauh.
Mestinya tidak jadi masalah melewati dua hari dalam situasi mendadak seperti ini. Namun jadi berbeda, karena pagi ini lagi-lagi batal pulang. Mendadak my Bro in law menelpon dari luar kota, ask me menghadiri sebuah tender proyek fondasi konstruksi, menggantikannya. Kehadiran menjadi penting kalau tidak didiskualifikasi...urgent, imbuhnya.

Baiklah, agak berat hati aku menyanggupi datang. Berangkat dari hotel, dengan pakaian yang sejak kemarin dikenakan, menimbulkan rasa tidak pede dan tidak fresh. Belum lagi materi tiang pancang fondasi yang dijadikan topik tender, sangat asing bagiku. Apa boleh buat, aku toh sudah di sini, let’s see...apapun hadapilah, batinku.

Berada di ruang rapat sempit, dan satu-satunya perempuan di antara para kaum pria, membicarakan topik yang tak kupahami, membuatku merasa "dungu". Tapi aku coba menegakkan kepala dan tekun mendengar perkembangan penjelasan dan reaksi yang ada. Aku mendengar, kadang mengangguk sekalipun tak memahami permasalahan teknis yang kadang menyeruak. Ah sudahlah..yang penting aku sudah hadir, setelah ini aku bisa pulang dan beristirahat, pikirku.
Namun ternyata keliru. Selesai penjelasan di kantor, peserta tender wajib ikut meninjau lapangan hari itu juga. Di empat lokasi berjauhan, yang kalau ditempuh akan menghabiskan waktu sampai malam karena lokasi yang jauh bahkan dua di antaranya di luar kota. Aku sedikit panik. Ini tak seperti yang direncanakan di samping kondisi yang kurang nyaman pula. Tapi, apaboleh buat...aku juga tak ingin menyerah, sekali basah mandi sekalian.

Setelah sempat berdiskusi kilat dengan my bro di telepon, aku setuju berangkat survey lapangan ke satu lokasi saja, selanjutkan akan digantikan seorang lainnya.

Begitulah. Berada di satu peristiwa tanpa memahami benar muatannya, bergaul dengan orang-orang baru, bukan dari dunia dan kultur yang biasa kuhadapi, membuatku merasa teralienisasi dan kosong. Kondisi ini juga seolah menampakkan ada kesenjangan kuat dalam perbedaan gender. Perempuan kok kelihatan lemah di sini. Ini mungkin karena dunia ini banyak didominasi pria, tapi aku yakin masih banyak perempuan di luar sana yang paham bidang ini. Kebetulan saja bukan aku. Aku hanya representasi seseorang yang berada di waktu dan ruang yang salah saja. Ya sud..itulah......SLAM IT!!!!!

No comments: