Bagaimana perasaanmu berada di tempat dan situasi yang asing, kala semua menjadi serba salah dan menyebalkan. Itulah yang kurasakan hari ini. Sudah dua hari ini aku terpaksa tak pulang ke rumah, karena ingin menjadi company yang baik bagi adikku yang berkunjung ke Jakarta untuk satu tugas. Aku memutuskan menginap di hotel menemani, tanpa prepare kostum ganti sebelumnya. Memikirkan untuk pulang mengambil kostum pengganti hanya akan memboroskan waktu saja karena jauh.
Mestinya tidak jadi masalah melewati dua hari dalam situasi mendadak seperti ini. Namun jadi berbeda, karena pagi ini lagi-lagi batal pulang. Mendadak my Bro in law menelpon dari luar kota, ask me menghadiri sebuah tender proyek fondasi konstruksi, menggantikannya. Kehadiran menjadi penting kalau tidak didiskualifikasi...urgent, imbuhnya.
Namun ternyata keliru. Selesai penjelasan di kantor, peserta tender wajib ikut meninjau lapangan hari itu juga. Di empat lokasi berjauhan, yang kalau ditempuh akan menghabiskan waktu sampai malam karena lokasi yang jauh bahkan dua di antaranya di luar kota. Aku sedikit panik. Ini tak seperti yang direncanakan di samping kondisi yang kurang nyaman pula. Tapi, apaboleh buat...aku juga tak ingin menyerah, sekali basah mandi sekalian.
Setelah sempat berdiskusi kilat dengan my bro di telepon, aku setuju berangkat survey lapangan ke satu lokasi saja, selanjutkan akan digantikan seorang lainnya.
Begitulah. Berada di satu peristiwa tanpa memahami benar muatannya, bergaul dengan orang-orang baru, bukan dari dunia dan kultur yang biasa kuhadapi, membuatku merasa teralienisasi dan kosong. Kondisi ini juga seolah menampakkan ada kesenjangan kuat dalam perbedaan gender. Perempuan kok kelihatan lemah di sini. Ini mungkin karena dunia ini banyak didominasi pria, tapi aku yakin masih banyak perempuan di luar sana yang paham bidang ini. Kebetulan saja bukan aku. Aku hanya representasi seseorang yang berada di waktu dan ruang yang salah saja. Ya sud..itulah......SLAM IT!!!!!

No comments:
Post a Comment